Aktif Pelatihan, Warga Celeban Jadi Pengusaha Batik

0
14

MINGGU, 19 MARET 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sejak kecil, Abdul Aziz Hakim berdagang batik. Namun, sejak 2011, ia mulai membuat batik sendiri. Berawal dari coba-coba, lelaki asal Pekalongan yang kini menetap di Kampung Celeban RW 5, Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, ini akhirnya mantab menjadikan bisnis pembuatan batik sebagai usahanya.

Abdul Aziz Hakim menunjukkan salah-satu batik kreasinya.

Menamai usaha pembuatan batiknya dengan batik ‘Songo’, Hakim tak pernah berhenti berkreasi. Ia terus membuat jenis-jenis motif batik baru sesuai dengan ide yang muncul di benaknya. Tak hanya batik tulis atau batik cap, ia juga membuat berbagai jenis batik, mulai dari batik dengan warna alam, batik jumput, hingga kreasi batik terbaru ciptaannya yang dinamai batik pasir. “Dulu, sebenarnya saya hanya pedagang batik. Sejak kecil saat masih di Pekalongan, saya sudah terbiasa menjual batik. Tapi, pada 2011, lalu, saya mulai membuat batik sendiri dan menjualnya,” ujar Hakim.

Hakim menceritakan awal mula memberanikan diri membuat batik sendiri, adalah ketika maraknya pelatihan yang diadakan oleh Posdaya Sumber Makmur di Kampung Celeban. Pada setiap pelatihan yang diadakan oleh Posdaya Sumber Makmur, Hakim yang memang sejak kecil sudah berjualan batik tak pernah absen mengikuti pelatihan membatik.

Selain mendapatkan ilmu, Hakim juga mendapatkan bantuan permodalan berupa sejumlah bahan untuk membuat batik. Memanfaatkan bantuan permodalan bahan-bahan membatik itu, Hakim kemudian memberanikan diri membuat batik sendiri. “Sejak itu pula, saya mulai tertarik untuk terus membuat batik sendiri. Saya banyak belajar dari orang-orang yang lebih dulu mulai membatik. Hingga sekarang pun saya masih belajar,” katanya.

Selain terus berkreasi, Hakim juga selalu mengikuti berbagai kegiatan pemberdayaan untuk mengembangkan usaha pembuatan batiknya. Terus aktif mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Posdaya Sumber Makmur, sehingga usaha batik Hakim pun ditunjuk sebagai salah-satu usaha binaan Posdaya Sumber Makmur. Dalam perkembangannya, pun Hakim yang semula turut dalam berbagai pelatihan sebagai peserta, dipercaya untuk melatih membatik sejumlah ibu-ibu di kampungnya.

Sejak bergabung sebagai pelaku usaha binaan Posdaya Sumber Makmur, Hakim sering mendapatkan bantuan pemasaran melalui berbagai kegiatan pameran produk kerajinan. Seringnya pameran yang diadakan itu, membuat batik buatan Hakim lebih cepat dikenal luas oleh masyarakat, dan lama-kelamaan diakui sebagai produk lokal yang tak kalah mutu dengan produk lain.

Dalam sebuah pameran produk usaha binaan Posdaya, salah-satu kain batik buatannya berupa alas meja bahkan dibeli oleh Ibu Titiek Soeharto. Hakim mengaku, hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, dan menambah rasa percaya dirinya untuk terus membesarkan usahanya. Hakim pun berharap, agar program Posdaya di kampungnya dapat terus aktif. “Sebagai pelaku usaha, harapannya tentu sama dengan pelaku usaha pada umumnya. Yang jelas, saya siap saling membantu dan saling memberi manfaat satu sama lain,” pungkasnya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar