Blok Migas Sebuku Masih Kesulitan Pendanaan

0
11

SENIN, 27 MARET 2017

BANJARMASIN — Direktur Umum PT Bangun Banua Kalimantan Selatan, Wisnadi, mengatakan perseroan belum mendapatkan investor yang berminat mendanai participating interest (PI) atas eksploitasi lepas pantai minyak dan gas bumi Blok Sebuku di Selat Sulawesi, yang sebagian masuk Kabupaten Kotabaru. Menurut dia, Kementerian ESDM memberikan jatah PI kepada daerah penghasil sebesar 10 persen dari modal disetor untuk eksploitas migas. 

Direktur Umum PT Bangun Banua Kalimantan Selatan, Wisnadi.

Lapangan migas offshore Blok Sebuku kebetulan terletak di antara dua provinsi: Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat. Itu sebabnya, jatah penyertaan modal sebesar 10 persen mesti dibagi dua sama rata antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.

“Kalsel dapat 5 persen dan Sulbar dapat 5 persen. Kami masih tahap beauty contest mencari investor,” ujar Wisnadi di kantor pusat Bangun Banua Kalsel, Senin (27/3/2017). 

Pemprov Kalsel dan Pemkab Kotabaru masing-masing menunjuk BUMD PT Bangun Banua Kalimantan Selatan dan PT Saijaan Mitra Lestari merampungkan skema bisnis pendanaan Blok Sebuku. Desember tahun lalu, kedua BUMD itu kemudian bersepakat membentuk perusahaan patungan bernama PT Dangsanak Banua Sebuku.

“Pendanaannya PT Bangun Banua sebesar 80 persen dan PT Saijaan Mitra Lestari 20 persen,” kata Wisnadi.

Eksploitas Blok Sebuku digarap kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) PT Mubadala Petroluem. Walaupun sudah dua tahun berjalan, Wisnadi tidak mengetahui detail berapa banyak gas bumi yang disedot.

Mengutip berbagai sumber, cadangan potensi terbukti gas bumi Blok Sebuku setara 370 miliar kaki kubik. Perkiraan produksi 100 juta standar kaki kubik per hari dan produksi kondesat 94 barel minyak per hari atau 34.310 barel per tahun.
                                                 
“Perhitungannya sumur yang produksi saat ini menyisakan 3 tahun lagi. Kalau habis di satu titik, nanti membor ke titik lain,” kata Wisnadi.

Ia menegaskan PT Dangsanak Banua Sebuku tidak mungkin menggunakan dana APBD untuk membiayai bisnis pada modal eksploitasi migas. Lantaran tak kunjung menyetorkan modal, daerah pun belum menerima pembagian deviden atas pengelolaan Blok Sebuku.

“Gasnya dijual ke Balikpanan,” tutup Wisnadi.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Diananta P Sumedi

Komentar