Ciptakan Hidup Sehat, Posdaya Maksimalkan Berbagai Program

0
11

JUMAT, 17 MARET 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sekitar lima-enam tahun yang lalu, Kampung Celeban, Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, belum serapi sekarang. Waktu itu, sampah rumah tangga tak dikelola dengan baik, dan acapkali menyebabkan masalah. Bahkan pada 2011-2012, di kampung itu ditemukan kasus leptospirosis dan mengakibatkan korban jiwa.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi lansia di Kampung Celeban, Kota Yogyakarta

Untuk mengubah kondisi memprihatinkan itu, Posdaya Sumber Makmur di RW 5 Kampung Celeban, bergerak memberdayakan warga untuk hidup bersih dan sehat. Mula pertama yang dilakukan adalah membangun lingkungan yang bersih, dengan membuat peraturan yang disepakati bersama. Misalnya, harus membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih setelah adanya temuan kasus penyakit leptospirosis, sosialisasi hidup bersih dan sehat itu kian digencarkan.

Berkait tikus, Posdaya Sumber Makmur bahkan menginisiasi gerakan memburu tikus. Terlebih, jika tikus itu berada di dalam rumah warga. Kerjasama dengan Puskesmas pun dilakukan, guna mengadakan penyuluhan dan pelatihan hidup sehat. Selain itu, kegiatan rutin bersih-bersih bersama-sama warga diadakan. Yakni, Jumat Bersih bagi ibu-ibu pada setiap pekan, serta kerja bakti massal yang diikuti oleh bapak-bapak setiap 1 bulan sekali.

Guna mencegah penyakit demam berdarah dan malaria, Posdaya Sumber Makmur juga mengadakan kegiatan Gebyar Jemantik. Kegiatan ini diikuti ibu-ibu PKK, bekerjasama dengan Puskesmas, dan rutin dilakukan penyuluhan dan pembinaan kepada warga terkait cara penanggulangan, pencegahan, dan sebagainya.

Senam bersama, bagian dari upaya mewujudkan hidup sehat di Kampung Celeban, Kota Yogyakarta.

Penggerak Posdaya Sumber Makmur Bidang Kesehatan, Sugiharti, mengatakan, khusus dalam upaya pencegahan demam berdarah melalui Gerakan Gebyar Jemantik, pihaknya telah memiliki penggerak jemantik hingga di tingkat keluarga. “Jadi, setiap keluarga itu ditunjuk salah seorang ketua, untuk mengecek secara rutin bak penampungan air masing-masing. Sehingga, setiap keluarga sudah bisa mengontrol sendiri kondisi kamar mandi maupun lingkungannya dari bahaya nyamuk seperti demam berdarah, malaria dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu di bidang peningkatan gizi masyarakat, lanjut Sugiharti, Posdaya Sumber Makmur melalui program Posyandu yang sudah ada sebelumnya, juga rutin memberikan bantuan berupa makanan tambahan. Makanan tambahan bagi Balita ini berasal dari dana kampung di tiap RT, yang digilir setiap dua minggu sekali. “Pengecekan kesehatan bagi para lansia, berupa tensi darah, kolesterol, dan sebagainya juga rutin dilakukan sebulan sekali. Termasuk juga kegiatan senam sehat bersama bagi lansia, maupun warga pada umumnya yang diadakan dua bulan sekali,” ujarnya.

Sugiharti mengakui, dengan adanya program-program dari Posdaya, kegiatan yang sebelumnya mengalami pasang surut seperti Posyandu, PKK, dan sebagainya bisa menjadi lebih aktif dan bergairah. Tak hanya itu, setiap unit kegiatan masyarakat yang sebelumnya minim, menjadi bertambah dan lebih semarak. Apalagi, sinergi program dari Posdaya juga selalu melibatkan pihak-pihak lain seperti universitas atau perguruan tinggi dalam setiap kegiatannya.

Sugiharti, Penggerak Posdaya Sumber Makmur Bidang Kesehatan.

“Memang, untuk menumbuhkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat di tengah-tengah masyarakat itu tidak mudah. Harus selalu ada upaya terus-menerus. Tidak bisa hanya sekali-dua kali. Adanya Posdaya dengan berbagai program dan kegiatannya ini, menjadi jalan mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat bagi semua warga,” katanya.

Sementara itu, Ketua Posdaya Sumber Makmur, Mukri Wahyudi, menambahkan, dalam menciptakan kebersihan lingkungan demi terwujudnya kampung yang bersih dan sehat, pihaknya tak segan memberlakukan larangan merokok di dalam rumah bagi setiap warganya di lingkungan RW 5. Ini dilakukan dalam rangka menciptakan kampung sehat bebas asap rokok, yang dimulai awal tahun ini.

Menurut Mukri, gerakan kampung bebas asap rokok itu dilakukan dengan deklarasi tidak merokok di dalam rumah oleh setiap warga kampung Celeban RW 5. Deklarasi ditandatangani oleh setiap Ketua RT mewakili warga. Gerakan Kampung Bebas Asap Rokok ini merupakan bagian program kampung sehat yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, dan Posdaya menggerakkaan warganya.

“Merokok memang merupakan hak asasi semua warga. Namun, perilaku merokok itu dapat mengganggu kesehatan, sehingga harus diatur. Yakni dengan deklarasi tidak merokok di dalam rumah pada awal tahun baru 2017, lalu. Bahaya perokok pasif itu lebih tinggi, terutama bagi anak-anak. Jangan sampai anak-anak kena imbasnya,” jelas Mukri.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar