Dengan Supersemar, Pak Harto Bubarkan PKI

0
12

SABTU, 18 MARET 2017

JAKARTA– Mantan Ketua Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI 66), Yusuf AR, mengatakan, pada 51 tahun yang lalu terjadi suatu peristiwa besar dalam perjalanan sejarah Indonesia, yaitu dibubarkannya Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Yusuf AR

Menurut Yusuf, pada 51 tahun, lalu, terjadi perang dingin antara Amerika dan kelompok komunis, sehingga dampaknya terhadap Indonesia sebagai negara berkembang sangat besar. “Saat itu, Bung Karno di samping kekurangan dan kelebihannya, merasakan era 65 Indonesia hidup dalam keadaan hiper inflasi yang mencapai 600 persen. Artinya, uang tidak ada harganya, karena setiap hari harga barang naik,” ujar Yusuf, dalam diskusi peringatan 51 tahun terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966-2017 di Aula Angkatan 66, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

Selain itu, lanjut Yusuf, rakyat hidup dalam perang ideologi, di mana kelompok anti Partai Komunis Indonesia (PKI) menganggap Bung Karno berpihak kepada PKI. Tidak terbantahkan, agenda komunis international pada saat itu merebut dewan kekuasaan. Dari situlah berawal kudeta Gerakan 30 September PKI.

Yusuf juga mengungkapkan, perpolitikan Indonesia saat itu dimarjinalkan dalam era demokrasi terpimpin. Seluruh ormas yang anti komunis mulai bangkit melakukan perlawanan. “Jadi, saya sendiri dan teman-teman KAPPI Pancasila, di depan Bappenas, berkumpul melakukan apel memberi dukungan untuk Panglima Kostrad Soeharto untuk menumpas komunis,” bebernya.

Yusuf juga mengatakan, Orde Baru yang sikap politiknya konsekuen menjalankan Pancasila dan UUD 1945, berhasil menekan inflasi. Jika inflasi di era Bung Karno mencapai 600 persen pada 1965, menjadi 2 persen pada 1971. “Kita bangga juga sebagai Orde Baru,” katanya.

Namun, kata Yusuf, ada konspirasi global untuk menjatuhkan Pak Harto, yang direkayasa dengan adanya krisis ekonomi di Asia dan berdampak pada pergantian kekuasaan di Indonesia. “Jadi, keberhasilan komponen Pancasilais pada 11 Maret 1966 (Supersemar) dengan Panji Tritura, akhirnya berhasil membubarkan Partai Komunis Indonesia di bumi tercinta ini,” tutupnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa

Komentar