Festival Kampung Semedo Akan Digelar untuk Mengedukasi Masyarakat

0
14

JUMAT 17 MARET 2017

SLAWI — Untuk kesekian kalinya, Komunitas Peduli Situs Semedo (KPPS) mengadakan “Festival Kampung Situs Semedo” yang akan berlangsung pada 25 hingga 26 Maret 2017. Tujuan diadakannya festival ini adalah agar Semedo dikenal lebih luas, tidak hanya melalui meseum tapi juga kebudayaan lokalnya, selain itu juga sebagai persiapan masyarakat menyongsong desa wisata. 

Gerbang Situs Semedo.

 “Acara ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat luas bahwa Kabupaten Tegal mempunyai salah satu dari situs purbakala tertua di dunia.” ujar Ery  Hartodiono.

Pada acara ini akan dilakukan kegiatan lintas alam (bukit Semedo) dan Kemah, serta acara Seminar “Masa Depan Situs Semedo” yang bertempat di Aula Meseum Situs Semedo.

Menurut Ery, pemerintah daerah lewat Bappeda sudah menempatkan petugas untuk mendampingi Desa wilayah strategis, dan dari Dispermades menjembatani adanya Pokdarwis, namun belum dirasakan manfaatnya.

Komunitas Peduli Situs Semedo berharap segera adanya perbaikan sarana dan prasarana jalan menuju ke arah Situs Semedo karena sekarang kondisinya sangat parah.  Dirinya juga berharap masyarakat kabupaten khususnya lebih merasa memiliki dan merasa bangga.

Beberapa pihak juga menunjukkan perhatiannya. Komisi X DPR RI pada akhir Februari kemarin melakukan kunjungan kerjanya ke Situs Semedo bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo guna meninjau kemajuan  pembangunan museum.

“Beberapa pihak dari luar negeri seperti dari Prancis berkesempatan mengunjungi Situs Semedo ini. Kami harus bangga. Itu artinya penemuan ini berpengaruh terhadap perkembangan keilmuan dunia,” kata Ery.

Untuk diketahui, Situs Semedo ini pertama kali ditemukan sekitar 2005. Secara administratif, situs ini berletak di Desa Semedo,  Kecamatan Kedung Banteng,  Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Desa Semedo sendiri berjarak  sekitar  30 km dari Kota Slawi.  Lokasinya masih sangat terpencil mengingat berada di kawasan hutan dan perbukitan yang sangat luas.

Awal mula penemuan situs ini bermula sejak beberapa orang penduduk desa tersebut menemukan fosil hewan vertebrata dari Hutan Semedo. Mendengar informasi tersebut, salah satu LSM di Kabupaten Tegal mengekspos temuan tersebut, hingga akhirnya Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian.

Hasil dari penelitian lapangan dari Balai Arkeologi Yogyakarta mengatakan bahwa cakupan situs mempunyai area yang cukup luas yakni 2,5 km persegi. Sedang  fosil jenis fauna yang dapat diidentifikasi meliputi elephantidae (gajah purba), bovidae (kerbau, sapi, banteng), suidae (babi), serta fosil dari penyu, buaya dan ikan hiu.

Ditemukan pula atap tengkorak (batok kepala) dari homo erectus yang diperkirakan hidup pada Zaman Plestosen tengah kira-kira berumur 700.000 ribu tahun yang lalu.

Bagian dalam Museum Situs Semedo.

Jurnalis : Adi Purwanto/Jurnalis: Irvan Sjafari/Foto:  Adi Purwanto

Komentar