Harga Cabai Turun, Kuliner di Jalinsum Hemat Biaya

0
18

RABU, 29 MARET 2017

LAMPUNG — Penurunan harga kebutuhan bumbu dapur di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lampung Selatan berdampak positif bagi para pengusaha kuliner di Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur. 

Sebuah warung makan di Jalinsum.

 
Sumiati (34) pemilik warung di Jalan Lintas Sumatera KM 5 Bakauheni mengungkapkan sejumlah pedagang kuliner atau warung makan sempat kelabakan saat harga bumbu dapur khususnya cabai merah besar mahal dengan harga mencapai Rp70 ribu per kilo bahkan lebih.

Ia bahkan mengaku dengan harga cabai merah yang cukup tinggi ia sempat mengurangi takaran bumbu menggunakan cabai merah dan terkadang menggunakan campuran cabai Jawa yang masih banyak terdapat di wilayah tersebut.

Turunnya harga cabai hingga mencapai harga antara Rp10 hingga  Rp15 ribu terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Efek postifnya bagi pengusaha kuliner seperti dia, bisa menghemat biaya untuk bahan baku bumbu dapur  untuk  warung miliknya yang dikenal memiliki cita rasa pedas.

“Sebelumnya kami harus mengurangi takaran cabai merah untuk bumbu terutama sambal karena harganya mahal. Tapi semenjak harga turun kini saya tak lagi mengurangi takaran bahkan justru menambah penggunaan cabai untuk sambal,” terang Sumiati salah satu pemilik warung makan di Jalan Lintas Sumatera saat ditemui Cendana News,Rabu (29/3/2017)

Pengaruh harga cabai merah tersebut diakuinya membawa dampak bagi daya beli dirinya sebagai pemilik warung meski saat berjualan ia belum menaikkan harga untuk setiap porsi makanan yang dijualnya. Sebagai penjual makanan atau kuliner yang menyasar para pekerja informal Sumiati mematok harga setiap porsi makannya dengan harga Rp12 ribu hingga Rp15 ribu.

Harga yang sama juga tetap diberikan meski harga cabai merah mengalami kenaikan namun beruntung saat ini dalam satu pekan terakhir harga bahan baku bumbu dapur khususnya cabai merah mengalami penurunan. Meski demikian sejumlah kebutuhan untuk berjualan diantaranya jenis bumbu dapur bawang merah dan bawang putih masih belum turun.

“Harapan kita harganya tidak naik lagi karena kita mempengaruhi usaha kuliner yang kita tekuni selama bertahun tahun” tuturnya.

Pemilik usaha kuliner lain di sepanjang Jalan Lintas Timur Lampung,Aminah(35) pemilik warung makan serba sepuluh ribu (Serbu) “Mantap” makanan ala Padang mengungkapkan murahnya harga cabai merah besar membuat ia tak perlu pusing untuk membeli cabai dalam jumlah banyak dan cabai giling yang bisa disimpan secara lama di dalam kulkas.

Meski harga cabai merah untuk bahan bumbu dapur dan sambal,ia masih mengeluhkan harga bumbu dapur lainnya yang masih cukup tinggi di pasar tradisional. Bawang merah masih seharga Rp 35ribu per kilogram sementara bawang putih masih seharga Rp38 ribu per kilogram.

“Beberapa harga bumbu dapur sementara memang menurun tapi prediksi menjelang memasuki Ramadan apalagi jelang Idul Fitri atau hari raya akan kembali naik,” ungkap Aminah.

Dia menyebut selain bumbu dapur harga yang mulai turun diantaranya kebutuhan daging ayam yang dibelinya seharga Rp45 ribu. Sebelumnya   harganya mencapai Rp60 ribu per ekor untuk ayam yang akan diolah menjadi ayam goreng, ayam sayur, ayam penyet. Selain itu jenis ikan laut saat ini masih dibeli di sejumlah pasar tradisional jenis ikan simba dan tongkol normal di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Pelanggan kuliner   wilayah Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur dekat dengan proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Bakauheni  hingga saat ini  cukup tinggi.

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Komentar