Jelang Asian Games 2018, Pembangunan Infrastruktur di Sumsel Dipercepat

0
13

SELASA, 21 MARET 2017

JAKARTA — Penyelesaian pembangunan infrastruktur di bidang transportasi menjadi perhatian Presiden JokoWidodo guna memperlancar konektivitas antarwilayah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) serta mendukung kelancaran pelaksanaan Asian Games tahun 2018 mendatang. 

Presiden Jokowi pimpin rapat terbatas perihal percepatan pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan.

Presiden juga meminta percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api dan pengembangan di Tanjung Carat.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3/2017). Infrastruktur tersebut meliputi jalan tol, jalur kereta api, dan Light Rail Transit (LRT).
‚ÄúPembangunan infrastruktur transportasi utamanya di kota-kota besar dapat mendorong pergerakan ekonomi yang lebih efisien sehingga daya saing daerah tersebut menjadi lebih baik. Ini dibutuhkan untuk menopang pergerakan ekonomi di Sumatera Selatan,” ungkap Presiden.
Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, diyakini presiden, akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan yang pada tahun 2016 bisa tumbuh sedikit di atas rata-rata nasional sekira 5,03 persen.
“Kawasan ekonomi khusus ini juga bisa dikembangkan untuk menampung minat investasi sektor industri pengolahan, mulai dari ‘petro chemical’ sampai dengan ‘crude refinery’, maupun pengembangan investasi di industri otomotif, elektronik, industri manufaktur, dan yang lain-lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa penguatan produktivitas sektor pertanian dan peningkatan nilai tukar petani juga tak lepas dari perhatian pemerintah. Bahkan berdasarkan data yang diterima, nilai tukar petani selalu berada di bawah indeks 100 dan berkecenderungan menurun. 

Akibatnya, kenaikan harga produk pertanian yang diterima petani lebih rendah dibandingkan kenaikan harga barang yang dikonsumsi petani.
“Ini artinya, kita harus bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Jurnalis: Shomad Aksara / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Komentar