Ketua DPRD Sikka Minta Semua Pihak Awasi Jalan Usaha Tani

0
16

KAMIS, 23 MARET 2017

MAUMERE — Ketua DPRD Sikka meminta agar segenap elemen masyarakat mengawasi proyek Jalan Usaha Tani (JUT) yang dibangun di lingkungan sekitarnya. Pengawasan itu bukan hanya dilakukan DPRD Sikka dan pemerintah saja. Tapi peran aktif masyarakat pun diharapkan.

Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, SP (kiri) bersama Wakil Bupati Sikka (kedua kiri) saat Musrembang RKPD di Aula Sikka Convention Center Maumere.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, SP saat menjawab pertanyaan peserta dalam Musyawarah Rembug Pembangunan (Musrembang) RKPD di Aula Sikka Convention Center (SCC), Kamis (23/3/2017).

Dikatakan Rafael, bila proyek jalan usaha tani tersebut tidak selesai, maka yang akan mengalami kerugian yakni masyarakat. Meski jalan tersebut merupakan usulan dari anggota DPRD Sikka melalui mekanisme Pokok Pikiran (Pokir).

“Pengawasan menjadi tugas kita bersama sebab bila selesai proyek itu menjadi milik masyarakat bukan milik DPRD Sikka,” ujarnya.

Rafael juga menjawab pertanyaan terkait Pokir DPRD Sikka. Setiap anggota DPRD Sikka mendapat alokasi dana sebesar 1 miliar rupiah. Menurut Rafael, mekanisme ini diatur oleh peraturan menteri dalam negeri dan diakui.

“Tapi prosesnya harus disampaikan juga dalam Musrembang desa dan kecamatan agar tidak tumpang tindih dan dapat diketahui oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, juga sepakat, adanya proyek Jalan Usaha Tani dan bisa saja diusulkan oleh siapa saja termasuk dari Rukun Tetangga (RT) maupun desa.

Dikatakan Ning Susar, Jalan Usaha Tani yang diusulkan oleh masyarakat maupun DPRD Sikka akan diverifikasi di Dinas Pertanian, apakah sudah memenuhi syarat-syarat yang ada. Seperti apakah menghubungkan sentra-sentra ekonomi, ada kelompok petani dan kelompok penggerak ekonomi lainnya di daerah tersebut.

“Bila melihat ada proyek yang kualitasnya tidak sesuai perencanaan, maka masyarakat harus melaporkan ke DPRD Sikka dan pihak Inspektorat Sikka agar bisa ditindaklanjuti,” pesannya.

Salah satu jalan di Dusun Duli, Desa Reroroja yang tergerus air saat hujan dan terus mengalami kerusakan.

Nong Susar juga meminta agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus bekerja dengan lebih transparan dan melakukan pengawasan dengan baik supaya setiap proyek pengerjaan bisa selesai tepat waktu. Kontraktor juga harus bekerja dengan hati dan sesuai spesifikasi yang ada.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Komentar