Makna Pemberian Gelar dari Tuo Silek Minangkabau untuk Kepala Daerah

0
15

SENIN, 27 MARET 2017

PADANG — Silek (silat) merupakan seni beladiri di Minangkabau, Sumatera Barat (Sumbar), yang diajarkan secara turun menurun. Banyak nama perguruan di Minangkabau ini, yang tersebar hampir di seluruh wilayah. Bahkan untuk gerakannya pun bervariasi.

Aksi silek dalam rangkaian acara pemberian penghargaan kepada Irwan Prayitno

Tuo silek (orang yang ditinggikan dalam silek) memiliki peran besar dalam perkembangan bela diri tersebut. Seperti hal nya yang diterima oleh Irwan Prayitno Gubernur Sumbar, dari tuo silek Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, yang dinobatkan sebagai Tuan Gadang Pandeka Rajo.

Dalam pemberian gelar itu, ditandai dengan pemasangan deta hitam di kepala Irwan dari Ketua Tuo Silek Kamang Mudiak Tarmizi Akbar. Pada kesempatan itu, Tarmizi menyebutkan pemberian gelar sebagai bentuk ucapan terima kasih para tuo-tuo silek terhadap seorang kepala daerah yang dinilai telah turut peduli dan melestarikan seni beladiri asli Minangkabau.

Silek adolah jati diri anak nagari, dimano di dalam silek ado hal nan dikito ketahui. Jago tali jan sampai putuih, jago raso jan sampai ilang,” ungkap Tarmizi dalam dialeg minang yang artinya silat merupakan jati diri anak nagari, didalamnya ada yang harus dipahami. Jaga tali jangan sampai putus, jaga rasa jangan sampai hilang.

Ungkapan dari tuo silek Kamang Mudiak itu, menyebutkan sejauh ini kepala daerah telah melakukan fungsinya dalam hal melestarikan budaya dan seni tradisi di Minangkabau.

Jago tali jan sampai putuih atau jaga tali jangan sampai putus, dimaknai seni beladiri silek Minangkabau diharapkan selalu ada hingga di masa mendatang, sehingga silek Minang tidak hilang seiring kamajuan zaman dan seiring banyak bela diri.

Sementara, jago raso jan sampai ilang atau jaga rasa jangan sampai hilang dimaknai, rasa memiliki bahwa silek adalah seni beladiri asli Minangkabau, dengan adanya rasa, maka akan selalu dikenal oleh generasi Minangkabau.

“Apalagi silat ini merupakan tiang budaya bangsa dan berharap ke depan silat menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” harapnya.

Irwan Prayitno yang telah menggunakan deta tanda penghargaan dari tuo silek Minangkabau

Sementara itu Gubernur Irwan Prayitno menilai, keberadaan silek Minangkabau tidak begitu banyak. Apresiasi yang diterimanya itu membuat pemerintah bertekad untuk terus berupaya melestarikan seperti harapan tuo silek.

Irwan berharap ke depan silek ini dapat berkembang di setiap nagari di Minangkabau. Perkembangannya dapat sebagai permainan anak nagari, pendidikan berkarater bagi generasi muda, yang dalam hal ini memajukan pembangunan di nagari.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Redaktur : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Istimewa

Komentar