Museum Airlangga, Simpan Peninggalan Kerajaan Kediri

0
19

SABTU, 25 MARET 2017

KEDIRI — Salah satu tempat wisata bersejarah yang menarik untuk dikunjungi di Kediri adalah Museum Airlangga. Museum yang berada di Jalan Mastrib Nomor 1, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kediri, ini menyimpan berbagai peninggalan arkeologi dari zaman Kerajaan Kediri.

Sejumlah siswa SD tampak antusias mengunjungi Museum Airlangga

Mulai dari patung Siva, Sivanandi, jambangan batu, yoni, padmasana, kala, prasasti batu, pakinangan, tempat lilin, padupan, bokor, lesung, perahu dayung, patung Vishnu, relief manusia, miniatur rumah, gentong batu, archa buddhis, parvati dan patung brahma, serta banyak lagi.

Juru pelihara museum, Yuni, saat ditemui menjelaskan museum ini dibangun sejak 1992. Meski belum pernah dipugar, bangunan ini sudah sempat mengalami perbaikan. “Museum ini awalnya ada di Alun-alun, kemudian pindah ke Kolam Renang Tirtoyoso dan terakhir pada 1992 pindah ke Jalan Mastrib ini sampai sekarang,” jelasnya di lokasi, Sabtu (25/3/2017).

Terkait jumlah koleksi arkeologi yang ada di museum ini, Yuni mengaku tidak hafal, karena ada petugas tersendiri yang tahu persis jumlahnya. “Saya kurang hafal, kebetulan petugasnya hari ini tidak masuk. Yang saya tahu ada 150 arca dan 7 prasasti batu,” katanya.

Menurut Yuni, perawatan benda-benda dilakukan dengan cara dibersihkan setiap hari. Ini untuk menjaga, benda-benda bersejarah tetap bersih dan bagus dilihat pengunjung. “Semua benda arkeologi ini hasil dari penggalian di area Kota Kediri,” tuturnya.

Koleksi yang terbaru hanya ada penambahan epnografi atau uang logam pada sekitar 2015, lalu. Belum ada tambahan penemuan arca, prasasti atau lainnya. Jika hendak berwisata ke Museum Airlangga, pengunjung diharuskan membayar tiket untuk dewasa seribu rupiah dan anak-anak lima ratus rupiah. Buka dari pukul 08.00-15.30 WIB.

Salah satu pendamping siswa dari SDN Bulusari, Kecamatan Tarokan, Insiyah, (45) mengajak 45 muridnya berkunjung ke museum. Pasalnya, museum dinilai selain sebagai tempat wisata juga sebagai tempat edukasi pengenalan sejarah kepada murid-muridnya. “Ini sebagai pengenalan sejarah kepada anak didik kami, untungnya anak-anak antusias diajak ke museum,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Charolin Pebrianti

Komentar