Pengobatan Tuberkulosis Harus Tuntas

0
20

JUMAT, 24 MARET 2017

JAKARTA — Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang mudah menular, apalagi di Jakarta yang merupakan wilayah pemukiman padat penduduk. Diperlukan kesadaran penderita untuk melakukan pengobatan hingga tuntas dan dinyatakan sembuh

Kepala Dinas  Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Koesmedi Priharto.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, kepada Cendana News di ruang kerjanya, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017).

Penyakit itu jika tidak diobati secara tuntas, seperti penderitanya yang sering menghilang tidak kontrol lagi sementara penyakitnya belum sembuh, bisa menyebabkan TB yang tidak bisa disembuhkan lagi dengan pengobatan biasa.

“TB bisa resistance, namanya TB MDR (multi drug resistance-redaksi). Artinya, sudah tidak mempan lagi dengan menggunakan pengobatan TB dasar,” tambahnya.

Multi drug resistance (MDR) pengobatannya lebih berat lagi, menurut standar kesehatan, penderita harus rajin datang berobat ke Puskesmas atau rumah sakit untuk disuntik setiap hari selama 8 bulan.

“Saya ingin pengidap TB itu dipasangi chip, biar kita tahu orangnya ada di mana. Orangnya banyak alasan untuk tidak berobat, jadinya kan penyakit ini menular terus,” tambahnya.

Ia menyatakan jika penyakit TB tidak bisa diobati secara gratis. Memang, ada alokasi anggaran dari negara dan provinsi untuk meminimalisir dan kalau bisa menghilangkan penyakit itu.

Jurnalis: Bayu A. Mandreana / Editor: Satmoko / Foto: Bayu A. Mandreana

Komentar