Perusahaan Konstruksi Wajib Gandeng Laboratorium PU

0
15

JUMAT, 17 MARET 2017

JAYAPURA — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua meminta seluruh pekerjaan konstruksi yang ada di Papua diwajibkan melalui proses uji laboratorium milik PU Papua. Hal ini ditegaskan Djuli Mambaya sebagai orang nomor satu di dinas tersebut, Jumat (17/03/2017).

Djuli Mambaya.

“Selama ini perusahaan yang kerjakan kontruksi di Papua, mereka membawa laboratorium mereka masing-masing, kami tak dilibatkan. Itu tak boleh sama sekali, saya akan manfaatkan laboratorium PU untuk mengecek termasuk mengawasi pekerjaan. Konsultan yang ada harus gandeng laboratorium PU,” demikian ditegaskan Kepala Dinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya.

Diakui Djuli, laboratorium milik PU Papua itu selama ini tak aktif dan kini di bawah kepemimpinannya, seluruh staf yang ada dalam laboratorium tersebut harus bekerja keras. Pekerjaan labroratorium, dijelaskan Djuli, seperti mengukur kedalaman tanah, mutu beton, kualitas air dan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan konstruksi.

“Semua produk konstruksi yang akan memproduksi konstruksi harus gunakan laboratorium PU. Semen-semen yang dikirim dari luar Papua seperti Tonasa, semakin jauh ya semakin mahal,” tuturnya.

Menurut Djuli, apabila kualitas semen dari Merauke tak bagus dirinya akan alihkan untuk digunakan ke pekerjaan konstruksi ringan. “Pastinya digunakan atau dimanfaatkan untuk konstruksi ringan. Seperti pembuatan beton dan lainnya. Kalau di depan mata sudah ada, seperti semen dari Merauke, ya kita gunakan kalau kualitasnya bagus,” ujarnya.

Apabila perusahaan konstruksi tak menggandeng laboratorium PU Papua, pihaknya akan berikan sanksi berupa administrasi dan meragukan produk dari perusahaan tersebut.

“Banyak pengusaha yang gunakan laboratoriumnya sendiri untuk mereka legalisasi. Kalau mereka tak memakai lab saya, maka saya meragukan produk mereka. Lab kami mampu lakukan itu, sudah puluhan tahun ada,” tegas Djuli.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta

Komentar