Posdaya dan Program KB, Laksana Tubuh dan Bayangan

0
16

MINGGU, 26 MARET 2017

SOLOK — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Bagaikan tubuh dan bayangan, seperti itulah gambaran Posdaya dan Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Solok. Di bawah naungan Koperasi KPRI Kencana Kabupaten Solok yang bekerja sama dengan Yayasan Damandiri, keduanya berjalan beriringan dan saling mengisi.

Kader KB yang juga pengurus Posdaya Tanjung Balik.

Ketika ada Posdaya, di situlah ada kader KB. Ketika ada orang memasang alat KB, di sanalah Posdaya disosialisasikan. Keduanya bahu-membahu menyukseskan program pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk dan mengangkat perekonomian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia.

“Program KB bertujuan untuk menekan laju penduduk, sementara Posdaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga menekan rentenir yang menjamur, beberapa waktu yang lalu di daerah ini,” kata Kepala Tata usaha UPT KB Kecamatan Sepuluh Koto Diateh, Yurnalisman, kepada Tim Cendana News.

Hampir merata di kabupaten tersebut, setiap kader juga berprofesi sebagai pengurus Posdaya. Dua tugas sekaligus dapat dilaksanakan dengan baik, karena keduanya juga mempunyai tujuan yang sama.

“Yang datang untuk memasang alat KB mendapatkan sosialisasi Posdaya, begitu juga sebaliknya,” sebut Yen Nova Riza (42), penanggung jawab Posdaya Tanjung Balik Sepuluh Koto Diateh.

Kepala Tata Usaha UPT  KB Kecamatan Sepuluh Koto Diateh, Yurnalisman.

Dari sinergi tersebut, baik pengurus maupun nasabah mendapat dua manfaat sekaligus dan yang paling dekat manfaatnya adalah mengoptimalkan perencanaan keuangan. Fungsi dari KB selain mengendalikan angka kelahiran pada setiap keluarga, program KB juga dapat membuat anggota keluarga, terutama ayah dan ibu merencanakan lebih matang terkait keuangan.

Seperti yang dialami oleh pedagang gorengan di Nagari Koto Baru, Kubung, Kabupaten Solok, Fresla Lili (38) yang memiliki dua orang anak. Anak pertama sekolah di MTsN Koto Baru dan yang kedua kelas IV SD. Dengan mengikuti program KB, ia dapat membantu suami dalam meningkatkan perekonomian keluarga.

“Dengan berdagang gorengan dan punya kos-kosan dari mengembangkan dana pinjaman Tabur Puja, saat ini sudah bisa menghasilkan dan dapat membantu perekonomian keluarga,” sebut wanita pemilik warung gorengan Tek Li.

Begitu juga dengan yang dirasakan oleh Desis Sriyanti (33) yang memiliki anak satu dan saat ini duduk di bangku kelas enam. Juga dapat membantu perekonomian keluarga melalui berdagang. Bahkan dalam tiga tahun usaha dibantu aliran pinjaman dari Tabur Puja, Uni Des, demikian ia akrab disapa, sudah berhasil melunasi dua unit sepeda motor.

“Bahkan saya juga sempat menabung, saat ini sudah mencapai Rp1,5 juta dan digunakan nanti untuk keperluan korban di hari raya Idul Adha,” sebutnya.

Pedagang gorengan di Koto Baru, Fresla Lili.

Dari beberapa bahasan di atas, sinergi antara Posdaya dan Program KB di Kabupaten Solok, sudah dinilai berhasil dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terutama untuk para nasabah.

Jurnalis: ME.  Bijo Dirajo / Editor: Satmoko / Foto: ME.  Bijo Dirajo

Komentar