Puluhan Anak Muda Beri Bantuan pada Warga Bantaran Sungai Way Sekampung

0
19

SABTU, 18  MARET 2017

LAMPUNG — Berbagi kepada sesame, menjadi semangat yang tak mengenal usia. Seperti yang dilakukan oleh para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 dan Komunitas Sekolah Gratis VR Fotografi. Mereka berkunjung dan memberi donasi kepada warga yang tinggal di tepian Sungai Way Sekampung, tepatnya di Desa Labuhan Hati, Kecamatan Sumur Kucing, Kabupaten Lampung Timur.

Pemberian bantuan pada warga di Desa Labuhan Hati

Salah-satu siswa SMKN 1 Sragi, Siti Marlina (17), mengatakan, ia bersama rekan-rekan satu sekolahnya sengaja melakukan aksi donasi untuk warga yang tinggal di bantaran Sungai Way Sekampung, yang dinilianya kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah maupun instansi terkait.

Salah-satu keluarga yang menjadi perhatian bagi anak-anak muda usia sekolah tersebut adalah nenek Sri yang berusia sekitar 70 tahun, dan sang suami yang dikenal dengan kakek Ibah (75). Suami-istri yang tinggal di gubuk seadanya tersebut sehari-hari harus bekerja mencari ikan di sepanjang Sungai Way Sekampung untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan tidak pernah meminta-minta kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Selain Ibah dan Sri, belasan Kepala Keluarga (KK) lain yang sebagian memiliki anak anak usia sekolah yang harus berangkat ke sekolah di Kabupaten Lampung Selatan tepatnya di SDN Sukapura menggunakan perahu. “Kami sudah beberapa kali datang ke sini untuk survei dan juga membawa barang-barang kebutuhan anak-anak usia sekolah, termasuk untuk sang nenek. Dan, hari ini kita datang kembali karena prihatin dengan kondisi kakek dan nenek ini,” terang Siti Marlina, siswa SMKN 1 Sragi yang menjadi perwakilan kawan-kawan sekolahnya bersama Komunitas VR Fotografi, saat mengunjungi nenek Sri dan kakek Ibah di tepian Sungai Way Sekampung, Sabtu (18/3/2017).

Keprihatinan generasi muda, anak-anak sekolah dan berbagai komunitas tersebut bukan tanpa alasan. Selain tinggal di sebuah gubuk reot dengan kaki-kaki bangunan terbuat dari kayu, sebagian dinding dari papan, geribik dan kayu bahkan telah dimakan usia, rumah tersebut juga sudah bocor di beberapa bagian dan tak layak untuk ditinggali. Kondisi rumah yang saat Cendana News datangi pada akhir Oktober 2016, lalu tersebut bahkan kondisinya masih sama dengan suasana di sekitar rumah yang masih cukup memprihatinkan.

Salah-satu rumah warga di Desa Sumur Kucing

Bantuan kebutuhan pokok yang sebagian di antaranya berupa beras, mie instan, susu, kecap, serta kebutuhan pakaian, dan alat-alat sekolah, seperti tas, buku tulis, bolpoin, penggaris dan lainnya.

Salah-satu anggota Komunitas VR Fotografi, Ajeng (17), mengaku prihatin dengan anak-anak usia SD, seperti Siti dan Wulan, yang setiap hari harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam menyusuri Sungai Way Sekampung menggunakan perahu untuk bersekolah. “Mereka memiliki semangat belajar yang tinggi, namun terhalang kondisi alam dan juga lingkungan yang berbahaya, bahkan berangkat sekolah dengan menggunakan perahu dengan diantar orangtua,” ungkap Ajeng.

Selain memberikan bantuan sementara untuk warga, anak-anak sekolah yang tinggal di bantaran Sungai Way Sekampung, Ajeng bersama komunitasnya juga berencana menggalang donasi untuk kebutuhan transportasi warga, untuk memudahkan anak-anak bersekolah.

Sementara itu, sang penggagas Sekolah VR Fotografi, Gunawan Wirdhana, mengungkapkan kepedulian anak-anak komunitas fotografi bukan kali pertama dilakukan. Selain melihat realitas yang terjadi di sekitar saat melakukan proses hunting foto, Gunawan mengaku anak-anak didiknya juga memiliki kepedulian untuk membantu kepada sesama sekaligus bisa merekam dalam bentuk foto, kondisi masyarakat yang ada di wilayah pedalaman. “Sebagai komunitas fotografi, kita mengambil kondisi nyata situasi yang ada di masyarakat melalui foto, dan dengan foto bisa menggugah hati siapapun yang ingin peduli pada sesamanya yang kondisinya memprihatinkan,” ungkap Gunawan.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar