Seniman Teater Kota Batu, Gelar Pentas Mbatu

0
14

SENIN, 27 MARET 2017

BATU — Memperingati Hari Teater  Internasional, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, Jawa Timur, bekerjasama dengan Gedung Kesenian Mbatuaji, menggelar Pentas Teater Mbatu, di Gedung Kesenian Mbatuaji, Jalan Oro-oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur, Senin (27/3/2017).

Salah satu pementasan teater muda

“Tema yang diangkat adalah ‘Saat Nafas Berhimpit dengan Waktu’, yang  sengaja diangkat karena melihat posisi seni-seni tradisi atau seni-seni yang cenderung humanis seperti seni teater saat ini yang justru kalah dengan berbagai jenis gadged. Masyarakat khususnya anak-anak muda sekarang lebih menikmati gadget daripada menyaksikan sebuah pertunjukkan seni. Padahal dalam pertujukkan itu justru banyak memberi pesan moral yang luarbiasa,” jelas Ketua Pelaksana, Yudhi.

Menurut Yudhi, kondisi kesenian teater di Kota Batu sementara ini masih meredup. Meski bagi para seniman teater menganggap sebenarnya kehidupan ini adalah sebuah teater, namun nyatanya seni teater justru masih kalah dengan seni-seni yang lainnya.

Yudhi mengatakan, meredupnya seni teater di Kota Batu tidak bisa dilepaskan dari stigma negatif yang berkembang di kalangan masyarakat. Sebagian besar pelaku seni di Kota Batu cenderung pada teater-teater yang kontemporer dan cenderung absurd. Jadi, terkadang masyarakat menganggap, orang-orang teater itu adalah orang-orang gila. Bahkan, bukan hanya masyarakat Batu, sebenarnya masyarakat Indonesia secara umum juga memiliki pemikiran yang sama. Tapi, mereka lupa, bahwa drama adalah bagian dari teater juga, begitu pula dengan sinetron yang juga merupakan bagian dari teater, tapi dengan media yang berbeda.

“Karena itu, melalui peringatan hari teater internasional ini, kami ingin memberi ruang bagi teman-teman sanggar teater di Batu untuk tampil dan berkarya. Harapan saya, teater bisa lebih diterima sebagai bagian dari sebuah seni. Jadi, bisa dianggap sebagai sebuah seni yang indah dipandang dari sudut apapun, karena sebenarnya teater adalah bagian dari kehidupan,” terangnya.

Yudhi

Pria yang juga menjabat sebagai pembina di Sanggar Teater Goeboeg, itu mengatakan lagi, kegiatan tersebut berupa pementasan teater dan performance art serta musik kontemporer. Acara diawali dengan pementasan musik dari Teater Air. Dilanjutkan dengan penampilan dari Teater Muda SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu yang membawakan naskah cerita Roro Jonggrang. Setelah itu dilanjut lagi dengan penampilan Teater Pandu SMUN 1 Batu, dengan naskah cerita Joko Tarub dan terakhir adalah penampilan dari Teater Goeboeg yang membawakan naskah cerita Sajak dan Romansa Hitam Si Mar.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Batu (DKB), Fuad, mengaku bersyukur  dan berterimakasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya Pentas Teater Mbatu untuk memperingati hari teater Internasional. “Hari ini adalah bagaimana kita mengapresiasi sebuah teater, sehingga mampu menjadi suatu kekuatan budaya dan juga spiritual. Inilah perjuangan yang tidak hanya dilakukan dengan kata-kata, tapi juga dilakukan dengan sebuah tindakan,” pungkasnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq

Komentar