Tingkatkan Keselamatan Pengendara, Dishub Tegal Kerap Operasi

0
14

SENIN, 27 MARET 2017

SLAWI — Dalam rangka menertibkan kendaraan yang tidak layak jalan, Dinas Perhubungan (Dishub)  Kabupaten Tegal giat melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan. Operasi yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal ini selalu berkoordinasi dengan Polres Tegal bidang Lalu lintas.

Dishub sedang melakukan operasi kendaraan.

Demikian menurut Ridwan, anggota Dishub bidang Lalu Lintas dan Keselamatan Jalan, saat menggelar Operasi di jalan dua Slawi pada Senin (27/3/2017). Dikatakan Ridwan pula, bahwa untuk meningkatkan keselamatan berkendara, salah satunya adalah dengan sehat atau layaknya sebuah kendaraan melalui uji kir. Karena selama ini, jumlah kecelakaan di jalan sangat tinggi. Salah satu penyebabnya adalah kendaraan yang tidak layak jalan.

“Jika seorang sopir tidak memeriksakan kendaraannya dengan uji kir, semua komponen kendaraan diperiksa kelayakannya, maka sopir tersebut tidak akan tahu bahwa ada komponen kendaraan yang rusak hingga sering terjadi kecelakaan karena rem blong atau lainnya. Semua itu akibat kendaraan yang tidak layak jalan,” kata Ridwan.

Dia juga menambahkan, bahwa Dishub Kabupaten Tegal sedang gencar melakukan operasi kendaraan, karena pihaknya menargetkan meminimalisir kecelakaan kendaraan dari yang diakibatkan oleh kendaraan itu sendiri. Selama memasuki tahun 2017, Dishub Kabupaten Tegal setiap bulan minimal menggelar delapan kali operasi. Operasi ini bersama Polres Tegal karena sesuai aturan yang berhak memberhentikan kendaraan untuk operasi jalan adalah kepolisian.

“Selama kami menggelar operasi kendaraan, banyak jenis kendaraan yang pernah terjaring, seperti mobil pick-up, truk dalam dan luar kota, bahkan truk besar juga pernah. Setiap kali ada kendaraan yang melanggar pasti kami tilang, dan kami tahan buku KIR. Kemudian akan menjalani sidang di pengadilan negeri. Sedangkan besaran denda tilang hakimlah yang berhak memutuskan,” kata Ridwan.

Operasi kendaraan seperti ini biasanya dilakukan paling lama satu sampai dua jam. Karena biasanya para sopir dan pengendara juga akan saling memberitahu bahwa ada operasi kendaraan di lokasi tertentu. Akhirnya, banyak juga pengendara yang takut karena ketidaklengkapan kendaraan lalu putar balik arah.

Ridwan, anggota Dishub.

“Wilayah kerja kami meliputi area Kabupaten Tegal sehingga letak operasi kendaraan yang kami gelar juga berpindah-pindah. Kami menggelar operasi kendaraan ini semata-mata hanya untuk keselamatan pengendara bukan kami mencari-cari kesalahan pengendara. Mengingat data kecelakaan menunjukkan pada 2015 jumlah kecelakaan 573, korban meninggal 162, sisanya 411 luka ringan. Kemudian  pada 2014, 627 meninggal, 82 luka berat, 77 sisanya luka ringan. Pada 2013,  667 meninggal, 106 luka berat, 64 sisanya luka ringan,” pungkas Ridwan pada Cendana News.

Jurnalis: Adi Purwanto / Editor: Satmoko / Foto: Adi Purwanto

Komentar