Gebyar Malam Minggu Terpadu, Ajang Kreasi Seni Budaya Sikka

0
10

SABTU, 1 APRIL 2017

MAUMERE — Untuk pertama kalinya, Kabupaten Sikka memiliki sebuah area yang dibangun Pemerintah untuk digunakan masyarakat sebagai ajang berkreasi, menampilkan hasil kreativitas masyarakat di berbagai bidang, khususnya seni dan budaya.

Wakil Bupati Sikka, Drs, Paolus Nong Susar saat membuka gebyar malam minggu di Pusat Jajanan dan Cinderamata (PJC) Maumere.

“Dengan adanya gebyar malam minggu terpadu, diharapkan segenap elemen masyarakat khususnya generasi muda bisa memanfaatkan panggung yang disediakan di arena Pusat Jajajan dan Cinderamata untuk mementaskan karya seni, budaya maupun bidang lainnya, baik kepada masyarakat Kabupaten Sikka maupun para tamu yang datang ke Sikka,” demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka, Drs. Kensius Dididmus, dalam sambutannya saat persemian dimulainya Gebyar Malam Minggu Terpadu, di Pusat Jajanan dan Cinderamata (PJC), Sabtu (1/4/2017), malam.

Dikatakan Kensius, Pemerintah ingin memberikan hiburan kepada masyarakat setiap malam minggu dan akan dilihat sejauh mana dampak positifnya bagi masyarakat. Jika berdampak positif, maka kegiatan pentas seni budaya dan pertunjukan atau lomba di panggung PJC akan terus dipertahankan. “Kegiatan ini mengangkat seni budaya Sikka untuk diperkenalkan kepada masyarakat Sikka, maupun para tamu yang datang ke Kabupaten Sikka. Untuk itu, kami meminta dukungan dari DPRD Sikka dan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, tambah Kensius, juga di setiap kedai yang ada juga dikelola komunitas anak muda yang menyajikan kuliner lokal dengan racikan yang modern dan lezat, untuk diperkenalkan kepada para penikmat kuliner, khususnya pangan lokal. Pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka, juga akan melengkapi tempat ini dengan jaringan internet gratis, agar bisa dimanfaatkan sebagai tempat bersantai menikmati kuliner, pentas seni budaya seraya tetap berinternet yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup. “Ini sebuah hal baru bagi masyarakat Kabupaten Sikka, dan diharapkan bisa menumbuhkan kreativitas dengan diberikannya ruang untuk berkreasi ini,” terangnya.

Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, dalam sambutannya mengatakan, dalam beberapa tahun belakangan Kota Maumere semakin hidup, sehingga Pemerintah Kabupaten Sikka berinisiatfi memberi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat di bidang masing-masing, khususnya seni budaya.

Pulau Flores, sebut Nong Susar, semakin terkenal sebagai destinasi wisata, Bali masa depan, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan untuk bisa memberikan sebuah suguhan khas daerah dalam bidang seni budaya kepada wisatawan domestik maupun asing yang datang ke Sikka, dengan suguhan pentas seni budaya gratis setiap malam minggu.

“Untuk itu, perlu dipikirkan untuk mengumpulkan beberapa pedagang kuliner lokal dan nusantara, sehingga tempat ini bisa dijadikan sebuah paket wisata kuliner selain untuk memperkenalkan karya ekonomi kreatif,” ungkapnya, sembari mengimbuhkan lagi, jika dinas terkait perlu berkordinasi dengan pihak kepolisian, agar bisa menutup Jalan El Tari saat malam hari setiap malam minggu, agar akses ke tempat ini tidak terganggu saat ada kegiatan yang nantinya akan menyedot banyak penonton.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar