Kontraktor tak Bertanggungjawab, Perlu Dipidanakan

0
14

MINGGU, 9 APRIL 2017

MAUMERE — Pembangunan empat ruang kelas di SDN Kolit, Desa Ojang, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, terkesan asal jadi, sehingga sejak dikerjakan pada 2016, bangunan tersebut dibiarkan terlantar dan hingga kini tak bisa ditempati.

Gedung SDN Kolit desa Ojang yang bagian atapnya belum selesai dikerjakan.

Terkait keberadaan gedung sekolah SDN Kolit yang hingga kini masih memprihatinkan, Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP., dalam pidatonya saat penutupan rapat paripurna II masa sidang II DPRD Sikka, Jumat (7/3/2017), malam, sempat mempersoalkan pembangunan SDN Kolit yang tidak rampung serta beberapa proyek lainnya seperti Puskesmas Palue, Kantor Camat Bola dan proyek-proyek strategis dan vital lainnya.

Di sisi lain, juga adanya pelaksanaan program atau kegiatan serta pelaksanaan proyek pembangunan yang terhambat atau tidak terlaksana dan berkualitas rendah, perlu ada peningkatan kualitas perencanaan dan pengawasan. Proses tender pengadaan barang dan jasa harus sesuai aturan dan tepat waktu.

“Pemilihan rekanan kontraktor pelaksana, konsultan perencana dan konsultan pengawas, selain berkualitas dan memiliki modal serta moral yang tinggi juga harus memiliki integritas yang tinggi, jujur dan ikhlas untuk membangun Nian Tana Sikka, ini. Bukan kontraktor yang hanya semata mengejar keuntungan dan tidak memiliki rasa tanggungjawab sedikitpun terhadap pekerjaan yang dilaksanakan,” tegasnya.

Rafael Raga, SP

Untuk itu, tandas Rafael, terhadap kontraktor yang tidak bertanggungjawab agar diberikan sanksi tegas, bukan hanya pemutusan kontrak dan denda, tetapi sanksi pidana juga harus dikenakan, sehingga memiliki efek jera, karena dari kelalaiannya berdampak pada hilangnya asas manfaat. “Termasuk pengelolaan program atau proyek dari kebijakan anggaran yang berasal dari pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Sikka, yang terindikasi konspirasi dan penyalahgunaan wewenang oleh oknum-oknum tertentu,” sebutnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar