Pangdam V Brawijaya Siap Bantu Korban Longsor Bangun Rumah

0
11

SENIN, 3 APRIL 2017

PONOROGO — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana dalam kunjungannya mengecek lokasi bencana tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo pada Senin (3/4/2017) mengaku siap mengerahkan pasukan Zeni Tempur Kepanjen untuk membantu warga yang ingin membangun rumah.

Pangdam V  Brawijaya Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana   saat meninjau lokasi bencana.

“Kami siap membantu. TNI akan mengerahkan pasukan Zeni Tempur untuk membantu membangun rumah warga,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi.

Saat ini adanya instruksi membantu pembangunan rumah bagi para korban dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, lanjut Pangdam, baru ada empat titik relokasi yang sudah siap dibangun.

“Dari 28 rumah yang didata, baru ada empat titik yang siap kami bangun,” tuturnya.

Ditanya terkait bantuan relokasi selain berupa tenaga, Pangdam menjelaskan saat ini hanya instruksi tenaga untuk membangun rumah warga saja yang ada.

“Belum ada instruksi bantuan dana, sementara hanya tenaga,” tukasnya.

Ia berharap, 24 rumah warga lain juga segera diurus dan disiapkan lahan serta materialnya, agar pasukan Zeni Tempur dapat dengan segera membantu proses pembangunan rumah warga.

“Kami menunggu bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) sendiri, apakah materialnya semi permanen atau permanen, kami siap membantu membangun,” tandasnya.

Selain mengerahkan pasukan Zeni Tempur, TNI juga akan mengerahkan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) guna memberikan pendampingan secara psikologis bagi para pengungsi yang kini berada di tenda pengungsian.

“Tidak hanya Kowad, Polwan juga diturunkan untuk membantu para pengungsi,” paparnya.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Banaran, Sarnu mengatakan hingga saat ini para pengungsi kondisinya sudah mulai membaik. Sebelumnya ada tiga korban yang terkena timbunan material longsor dan langsung mendapatkan bantuan medis.

“Kalau yang histeris ada satu orang dan langsung kami bawa ke Rumah Sakit Dr. Harjono untuk pemulihan, mungkin akibat shock terjadi bencana,” ucapnya.

Terkait penemuan mayat, sampai saat ini dari 28 korban yang dilaporkan hilang baru ditemukan 2 korban saja, satu laki–laki dan satu perempuan. Keduanya langsung dikuburkan setelah ditemukan.

“Pencarian masih terus berlanjut, kendala utama saat pencarian karena tebalnya material longsor yang menutupi pemukiman warga,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Charolin Pebrianti

Komentar