Pedagang Tolak Pembongkaran dan Pemindahan Pasar Merjosari ke Dinoyo

0
10

RABU, 5 APRIL 2017

MALANG — Rencana pembongkaran dan pemindahan pedagang pasar Merjosari ke Pasar terpadu Dinoyo oleh Dinas Perdagangan kota Malang yang seharusnya dilakukan hari ini, kembali mendapatkan penolakan keras. Mereka tetap bersikukuh untuk tetap bertahan di pasar Merjosari, bahkan sejak pagi para pedagang sudah berjaga-jaga untuk menghadang pembongkaran.

Aksi Penolakan Para Pedagang

Para pedagang menilai bahwa rencana pembongkaran tersebut telah menyalahi aturan dan hal tersebut merupakan sikap arogansi Pemerintah Kota (Pemko) Malang terhadap rakyatnya.

“Kami pedagang Merjosari menolak dengan keras pembongkaran, bahwasannya apa yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan kota Malang tidak sesuai dengan aturan yang ada,” jelas koordinator pedagang, Sabil El-Achsan, Rabu (5/4/2017).

Menurutnya, jika dari dinas mengetahui aturan, seharusnya mereka melihat dulu kondisi pasar terpadu Dinoyo itu sudah selesai atau belum. Kalau sudah dikatakan selesai, apa sudah ada serah terima atau belum dari pihak investor ke Pemko Malang.

“Kemudian apakah pasar terpadu Dinoyo sudah memiliki sertifikat layak fungsi. Hal tersebut sangat penting, karena semua itu demi menjamin keamanan seluruh pedagang Merjosari yang akan di pindahkan ke Dinoyo,” sebutnya.

Ia juga membeberkan, pasar terpadu Dinoyo belum memilik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan Lalu Lintas (AMDAL-LALIN). Kemudian imbauan apapun yang telah diberikan oleh pihak Dewan itupun tidak dilakukan atau diabaikan oleh pihak investor.

“Kami akan tetap bertahan disini, dan kita semua menginginkan kalau pasar Merjosari harus dijadikan pasar tetap,” ucapnya.

Lebih lanjut Sabil mengatakan, pihak dinas perdagangan harus mengetahui bahwasannya rencana pembongkaran yang akan dilakukan pada tanggal 5 April hari ini tidak ada dasarnya. Namun jika tetap dilakukan yang jelas mereka sudah melanggar aturan.

“Perlu diketahui juga bahwa kemarin saya sudah mengirimkan dokumen resmi dan pernyataan dari seluruh pedagang bahwasanya satu bedak di pasar terpadu Dinoyo itu dimiliki oleh lebih dari satu orang. Pernyataan itu sudah kita sampaikan ke pihak wali kota maupun pihak DPRD,” akunya.

Sekarang tugas dari pihak pedagang semuanya menunggu apa yang akan dilakukan oleh pihak wali kota maupun dewan. Kalaupun nanti tetap di paksakan pedagang Merjosari dipindahkan ke Dinoyo maka kami akan tetap bertahan.

Suasana pasar Merjosari 

Sementara itu, hingga berita ini di buat pukul 10.00 WIB, pembongkaran belum dilakukan. Pihak dari Dinas Pergangan juga belum terlihat. Sedangkan Ibu-ibu pedagang terlihat melakukan Istigosah bersama.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq

Komentar