Ratusan Ekor Burung Tanpa Dokumen Dilepasliarkan, Sebagian Mati Lemas

0
11

SELASA, 4 APRIL 2017
LAMPUNG — Ratusan ekor satwa jenis burung asal Padangsidempuan Provinsi Sumatera Utara diamankan oleh petugas gabungan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan saat akan masuk membeli tiket di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. 

Petugas karantina di Seaport Interdiction.

Menurut Drh.Azhar penanggungjawab kantor Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni, ratusan satwa liar jenis burung tersebut diamankan dalam sekitar 12 keranjang buah. Keranjang buah tersebut ungkapnya berada dalam bagasi kendaraan Antar Lintas Sumatera (ALS) saat akan menuju ke Jawa Tengah.

Setelah diamankan oleh petugas gabungan karantina dan petugas seaport interdiction Pelabuhan Bakauheni ratusan ekor burung yang diamankan tersebut langsung dibawa petugas karantina ke kantor BKP Lampung wilker Bakauheni untuk proses lanjutan.

Ratusan ekor burung yang diamankan tersebut tanpa dilengkapi dokumen petugas terpaksa  dipelepasliaran. Sebab sebagian satwa jenis burung yang dilalulintaskan ditemukan sudah mati akibat terlalu lama di dalam bagasi.

“Ratusan ekor satwa jenis burung liar yang akan dilalulintaskan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa tersebut terpaksa kami lepasliarkan agar tetap bisa hidup,” ungkap penanggungjawab Kantor BKP Lampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni Drh Azhar saat dikonfirmasi melalui telepon seluler,Selasa (4/4/2017)

Ia menyebut beberapa ekor satwa jenis burung yang dilepasliarkan tersebut diantaranya jenis burung perkutut sebanyak 30 ekor, burung ciblek sebanyak 30 ekor, burung gelatik sebanyak 15 ekor dan burung jenis pleci sebanyak 90 ekor. Ia mengaku jumlah burung tersebut mencapai ratusan namun sebagian sudah mati dalam perjalanan.

Perlalulintasan satwa jenis burung menggunakan kendaraan jenis bus antar kota antar provinsi tersebut ungkap Drh.Azhar melanggar Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan tumbuhan. Selain itu pembawa satwa jenis burung dengan pengemudi bernama M.Rajab Dalimunthe dengan bus Antar Lintas Sumatera bernama BK 7907 DF yang akan dibawanya ke Pulau Jawa.

“Kami langsung minta pengemudi membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya karena selain merugikan penumpang perlalulintasan tidak dilengkapi dokumen,”ungkapnya.

Petugas pos pengawas lalu lintas satwa liar Balai Konservasi Komservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu seksi wilayah 3 Lampung, Suhairul membenarkan  ratusan ekor satwa jenis burung tersebut langsung dilepasliarkan karena tidak dilengkapi izin tangkap atau izin pengepul dari BKSDA asal.

“Kita berkoordinasi dengan petugas karantina dan untuk pelepasliaran kita dilibatkan untuk menegakkan aturan terutama dalam penangkapan satwa liar,” ungkap Suhairul.

Suhairul mengungkapkan selama ini proses pelepasliaran satwa yang diamankan kerap dilepasliarkan di kawasan hutan lindung (KPHL) Gunung Rajabasa diantaranya di Desa Kecapi Kalianda, Desa Way Kalam serta beberapa desa di wilayah hutan Gunung Rajabasa. Beberapa satwa yang dilepasliarkan di antaranya burung,kukang serta berbagai jenis satwa liar.

Sementara untuk pelepasliaran rutin terutama untuk satwa jenis burung dan satwa lain juga kerap dilakukan di wilayah Batu Tegi Kabupaten Pesawaran berkoordinasi dengan organisasi yang bergerak di bidang pelestarian satwa dan lingkungan seperti International Animal Rescue (IAR).

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Komentar