Ratusan Siswa PAUD di Solo, Gelar Lomba dan Pameran Karya

0
17

SABTU, 1 APRIL 2017

SOLO — Ratusan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam Terpadu (IT) Diponegoro, Semanggi, Kota Solo, Jawa Tengah, mengikuti lomba mewarnai di pendopo  sekolah setempat, Sabtu (1/4/2017). Dalam acara itu, juga digelar pameran hasil karya siswa didik dan dijual, guna memumpuk rasa bangga siswa, karena telah mampu membuat karya.

Ratusan siswa PAUD antusias ikuti lomba mewarnai

Kemeriahan begitu tampak, saat ratusan siswa mengikuti lomba yang dimulai dari menggunting, menyusun dan mewarnai kertas menjadi gambar yang utuh. Didampingi orangtua, para siswa yang masih berusia di bawah 6 tahun ini tampak antusias mengikuti jalannya lomba. Tak kurang dari 350 siswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan memeriahkan milad ke-63 sekolah tersebut. “Peserta kami membludak, dari  perkiraan semula hanya 300 siswa. Ternyata ini yang hadir lebih dari 350 siswa,” ujar, ketua panitia, Nabela Baraja, kepada Cendana News, di sela kegiatan.

Tak hanya lomba mewarnai, sekolah juga menghadirkan berbagai kegiatan lain untuk mengasah kemampuan dan keterampilan siswa. Setidaknya ada 5 lomba yang digelar selama sehari penuh  tersebut. Di antaranya, lomba autbond secara kelompok, lomba merangkak, lomba sholat berjamaah, lomba  memindahkan balon di atas lintasan dan lomba mewarnai. “Untuk tema milad tahun ini adalah ‘Kuat Jasmaniku, karena Ridho Allah SWT’,” sebutnya.

Seluruh kegiatan yang melibatkan siswa PAUD IT tersebut bertujuan memberikan pembelajaran. Baik pembelajaran pemahaman agama secara menyeluruh, maupun pembelanjaran bergaul dan bekerjasama sesama siswa. Dengan diajarkan sejak dini, ke depan anak-anak lebih  memahami pentingnya tolong-menolong kepada sesama dan menumbuhkan kesadaran bersama.

Sejumlah karya siswa yang dipamerkan

Selain ikut berbagai lomba, dalam semarak milad kali ini seluruh siswa juga menampilkan berbagai hasil karya siswa selama proses belajar mengajar. Seluruh kerajinan siswa dipamerkan di stand-stand dan diperjual-belikan secara  umum di lingkungan sekolah. Diharapkan, kerativitas siswa ini dapat menjadi daya tarik bagi orangtua, serta memberi rasa bangga, karena mampu membuat kerajinan. “Banyak kerajinan hasil karya, ada yang berupa celengan, sandal, tempat pensil dan lain sebagainya. Kita pamerkan, agar para orangtua siswa juga tahu, kalau anak-anak mereka bisa berkarya,” imbuhnya.

Nabela Baraja

Bagi orangtua, kegiatan yang digelar selama sehari penuh itu menjadi pengalaman tersendiri. Orangtua bisa merasakan pembelajaran dan mendampingi anak secara langsung. “Yang pasti seru, karena kita harus melibatkan anak untuk menyusun dan menggunting kertas. Ini bentuk pembelajaran kerjasama yang baik, meski lingkupnya masih kecil,” tambah Zidah Azkariya, salah satu orangtua siswa.

Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Harun Alrosid

Komentar