Bupati Barito Kuala Minta Kepsek Lebih Kreatif

0
15

KAMIS, 18 MEI 2017

MARABAHAN — Bupati Barito Kuala (Batola) H. Hasanuddin Murad, mengambil sumpah dan melantik 320 Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP di lingkungan Pemkab Batola. Mereka yang dilantik terdiri atas 265 SD dan 55 SMP. Bupati Hasanuddin Murad mengatakan, pengisian jabatan Kepsek ini lebih ketat di samping harus lulus persyaratan administratif dan akademis juga didasarkan kompetensi baik kepribadian, sosial, manajerial, supervisi, serta kewirausahaan.

Pelantikan 320 kepala sekolah se-Barito Kuala.

Pertimbangan lainnya, figur yang dipilih dipandang lebih memiliki kemampuan dibandingkan guru lainnya dalam kepemimpinan dan manajemen untuk menjadi motor penggerak dan motivator bagi peningkatan mutu pendidikan serta memaksimalkan penerapan sistem pendidikan agar senantiasa bersemangat dalam memberikan pengabdian dan karya terbaik.

Bupati Hasanudin mendorong seluruh Kepsek dan tenaga pendidik agar menjadikan sekolah tak semata sarana belajar mengajar, namun juga sebagai pusat pelayanan lembaga pendidikan yang mampu menggali, menemukan, dan memaksimalkan segenap potensi, bakat, serta kemampuan untuk dibina dan dikembangkan secara berjenjang sehingga menjadi generasi penerus yang memiliki kemampuan dan kualitas.

Untuk itu, Kepsek, guru dan peserta didik diharapkan terus meningkatkan dan mengembangkan kemampuan sehingga mampu memberikan bimbingan dan pengajaran yang berkualitas baik di bidang akademik maupun bidang lainnya sehingga mampu menelorkan prestasi dari waktu ke waktu.

“Semoga dengan kesadaran dan keikhlasan serta kebersamaan dalam menunaikan amanah akan benar-benar mampu mewujudkan terciptanya Sumber Daya Manusia Barito Kuala yang berkualitas serta menunjang tercapainya peningkatan mutu pendidikan yang merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah,” kata Bupati Hasanudin Murad di sela pelantikan 320 kepala sekolah di Aula Bahalap.

Di kesempatan pelantikan, mantan anggota DPR RI ini juga memberikan sejumlah pesan dan mengharapkan kepada Kepsek dalam menyikapi situasi pendidikan saat ini. Ia berharap sekolah tidak perlu memaksakan penerapan sistem pendidikan yang membebankan orangtua siswa seperti berbagai macam seragam sekolah atau olahraga, adanya iuran atau pun lainnya.

Sebaliknya, mantan Dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), mengajak sekolah untuk lebih peduli terhadap siswa yang tidak mampu agar mereka jangan sampai putus sekolah maupun minder. Kalau perlu, lanjutnya, para dewan guru yang justru urunan membantu atau membicarakan jalan keluarnya bersama Kades atau pihak terkait seperti Dikdis atau lainnya.

Ia mengingatkan dampak diterapkannya sistem sertifikasi yang banyak membuat para guru berlomba memenuhi jam mengajar dengan berbagai cara dan bahkan bisa mengesampingkan kepentingan orang lain.

Bupati Hasanudin menyinggung ada pembangunan sekolah dengan sistem swakelola. Sistem swakelola
banyak membuat permasalahan bagi para kepala sekolah. “Pihak sekolah lebih baik tidak memaksakan diri melaksanakan swakelola jika dampaknya bisa menimbulkan permasalahan. Sementara keuntungannya juga tidak seberapa namun dampaknya bisa berakibat fatal bahkan tidak sedikit yang diberhentikan dan berakhir di penjara,” ujarnya kepada Cendana News, Rabu petang (17/5/2017).

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Source: CendanaNews

Komentar