Dampak Ransomware WannaCry, Nasabah Bank Batalkan Transaksi

0
17

SENIN, 15 MEI 2017

LAMPUNG — Ratusan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan terpaksa membatalkan transaksi, mulai dari penyetoran, penarikan hingga transfer uang secara online. 

Al Mufina security bank memberi informasi terkait gangguan layanan bank kepada nasabah

Al Mufina, salah satu petugas security BRI unit Penengahan menyebutkan, ada pemberitahuan dari kantor cabang terkait gangguan akibat dugaan dan upaya pencegahan serangan ransomware WannaCry! yang melanda puluhan negara, termasuk Indonesia.

Dampak dari dugaan serangan virus tersebut ungkap Al Mufina pihak Bank BRI Unit Penengahan belum diperbolehkan menyalakan komputer di kantor yang terkoneksi ke internet terutama untuk melakukan transaksi perbankan. Ratusan nasabah yang datang sejak pagi bahkan mengurungkan niatnya untuk melakukan berbagai transaksi untuk menghindari berbagai resiko yang tak diinginkan.

“Sejak sehari sebelumnya kita mendapat imbauan agar tidak menyalakan komputer pada hari ini dan kita beri pengertian kepada nasabah, sementara belum dapat melakukan berbagai macam transaksi,” ungkap Al Mufina kepada Cendana News di Penengahan, Senin (15/5/2017).

Ia bahkan menyebut untuk pelayanan nasabah hanya bisa dilayani sebatas penyetoran pinjaman secara tunai tanpa menggunakan transaksi internet. Sementara untuk penarikan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih bisa dilakukan dengan normal tanpa ada gangguan.

Transaksi di Pos Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya

Salah satu nasabah, Hamdani menyebut datang sejak pagi di BRI unit Kecamatan Penengahan namun saat mengambil antrian dirinya sudah diberitahu untuk tidak melakukan transaksi sementara waktu. Pengumuman gangguan sistem komputer yang terkoneksi ke jaringan internet yang diberitahukan membuatnya harus kembali lagi siang hari untuk melakukan transfer melalui teller.

“Kalau saya sudah punya uang di fasilitas ATM akan saya transfer langsung tapi ini saya masih bawa uang tunai jadi harus saya setor ke teller,” ungkap Hamdani.

Pantauan Cendana News, ratusan nasabah yang akan melakukan transaksi terpaksa mengurungkan niatnya bahkan sebagian besar pulang kembali ke rumah dan memutuskan melakukan transaksi esok hari.

Berbeda dengan sektor perbankan aktifitas kantor pos Penengahan yang juga menggunakan fasilitas internet untuk transaksi pembayaran pulsa listrik PLN, pengiriman uang menggunakan fasilitas internet tidak mengalami gangguan sejak pagi. Salah satu petugas, Adi menyebut transaksi masih tetap berjalan normal dan sejauh ini belum ada imbauan upaya antisipasi dugaan serangan ransomware WannaCry! yang menyerang jaringan internet.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar