Jelang Ramadhan, Harga Ayam di Pasar Alok Masih Stabil

0
18

SELASA, 16 MEI 2017

MAUMERE — Menjelang bulan Ramadhan, harga ayam potong di Pasar Alok yang merupakan pasar terbesar di Kabupaten Sikka belum mengalami kenaikan sebab jumlah pembeli pun belum mengalami peningkatan drastis.

Nong Mans, pedagang ayam potong di los Pasar Alok Maumere.

Demikian dikatakan Nong Mans, salah seorang pemilik los ayam potong yang ditemui Cendana News, Selasa (16/5/2017) sore saat sedang menunggu pembeli yang datang ke los ayam di pasar tersebut.

Dikatakan Mans, harga ayam potong yang berumur 27 hari dengan berat sekitar 1,5 kilogram di los miliknya masih tetap dijual 50 ribu rupiah seekor, sementara untuk yang berumur 28 atau 30 hari dengan berat sekitar 1,8 kilogram dilepas dengan harga 55 ribu rupiah.

“Harganya masih tetap sama seperti biasanya bahkan bisa kurang 5 ribu rupiah seekor, tergantung kepada banyaknya ayam yang dibeli dan biasanya untuk pelanggan kami kasih potongan harga,” sebutnya.

Mans menambahkan, stok ayam di tingkat peternak maupun pedagang masih mencukupi sehingga harga masih tetap stabil dan biasanya akan mengalami kenaikan sebesar 5 sampai 10 ribu rupiah per ekor dua hari menjelang bulan puasa.

“Tapi pembeli pun kadang tidak terlalu banyak paling hanya mengalami peningkatan sekitar 20 persen saja dibandingkan dengan hari biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Simon Sadi, salah seorang pedagang ayam kampung yang ditemui Cendana News di pasar ini mengakui, harga ayam kampung yang dijual di pasar ini pun belum mengalami kenaikan.

Simon menjamin stok masih mencukupi bila ada lonjakan pembeli di bulan Ramadhan karena biasanya pembelian ayam kampung di bulan puasa hanya lebih sedikit saja dibandingkan dengan hari biasanya.

“Kalau hari biasa saya bisa jual 10 ekor sampai 15 ekor sehari, kalau di bulan puasa paling banyak mencapai 15 ekor ayam kampung saja,” katanya.

Untuk harga, Simon mengakui, ayam potong ukuran sedang biasanya dilepas dengan harga 70 ribu rupiah hingga 80 ribu rupiah seekor, sementara untuk yang berukuran besar dilepas dengan harga 100 sampai 150 ribu rupiah per ekor.

Seorang perempuan dari desa sedang menjual ayam kampung miliknya kepada pedagang di Pasar Alok.

Namun harga ayam kampung sangat tergantung kepada beratnya ayam, sebab bila semakin berat maka harga jualnya pun lebih tinggi. Namun biasanya pembeli di hari biasa lebih memilih membeli ayam berukuran kecil.

“Biasanya mereka membeli untuk konsumsi sendiri dan paling banyak pembeli terjadi pada hari Sabtu dan Minggu sebab mereka ingin membakar saat bertamasya bersama keluarga,” jelasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Source: CendanaNews

Komentar