Jelang Ramadhan, Masyarakat Diminta Waspadai Makanan Berbahaya

0
19

SENIN, 8 MEI 2017

MATARAM — Bulan suci Ramadhan tidak lama lagi akan segera dilaksanakan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin.

Selama bulan suci Ramadhan, beragama produk makanan banyak bertebaran dan dijual masyarakat, baik berupa produk makanan mentah maupun siap saji sebagai menu makanan berbuka puasa.

“Untuk itulah, masyarakat dalam berbelanja membeli aneka makanan siap saji tersebut diharapkan bisa mewaspadai makanan berbahan dan menggunakan zat berbahaya yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat,” kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Senin (8/5/2017).

Sebagai konsumen yang baik, masyarakat diimbau untuk teliti sebelum membeli dan lebih mengutamakan produk-produk buatan dalam negeri. Kritis saat berbelanja penting dibudayakan agar terhindar dari produk-produk ilegal dan black market yang merugikan masyarakat dan bangsa.

Terkait keluhan masyarakat dengan kenaikan harga barang menjelang bulan puasa dan Lebaran, Wagub menjamin tidak akan ada lonjakan harga. Yang terpenting menurut Wagub, masyarakat tidak panik ketika ada bahan kebutuhan pokok yang diperkirakan naik.

 “Pemerintah menjamin harga stabil, terjangkau dan stok aman,” tutur Wagub.

Dikatakan, untuk mencegah dan meminimalisir beredarnya berbagai produk makanan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan, Pemprov bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTB akan memperketat pengawasan.

Amin juga meminta masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas. Hal tersebut penting dilakukan untuk menstabilkan harga di pasaran, terutama menjelang bulan puasa dan Lebaran.

“Untuk menjadi konsumen cerdas, ia meminta masyarakat meneliti barang-barang yang akan dibeli, memperhatikan label dan keterangan serta memperhatikan tanggal kadaluwarsa barang yang dikonsumsi. Belilah sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan,” harapnya.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Source: CendanaNews

Komentar