Pamer Tugas Akhir, Siswa SMKN 12 Surabaya Siap Terjun ke Masyarakat

0
18

SABTU, 20 MEI 2017

SURABAYA — Siswa kelas XII SMKN 12 Surabaya berkesempatan unjuk gigi dalam memamerkan hasil karya tugas akhir dalam sebuah pameran bertajuk ‘Explore identity’ di DBL Arena selama dua hari pada 19-21 Mei. Sebanyak 600 siswa telah bekerja keras dalam pembuatan tugas akhir yang bersifat wajib.

Hasil karya siswa Jurusan Seni Lukis menarik minat pengunjung.

Kepala SMKN 12 Surabaya, Abdul Rofiq, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan kegiatan rutin yang digelar tiap tahun. Para siswa kelas XII diberikan waktu selama enam bulan untuk mengerjakan tugas akhir, baik secara individu maupun kelompok. Seluruh karya tersebut akhirnya dipamerkan kepada publik

“Ketika memasuki tahun ajaran baru, di tahun terakhir, siswa kelas XII diberikan kewajiban untuk membuat tugas akhir. Hal ini telah menjadi tradisi dan kesempataan untuk membuktikan kualitas sebagai siswa kejuruan. Jadi pada semester pertama, mereka selama enam bulan diwajibkan menyelesaikan karya. Lalu semester kedua mula fokus pada pelaksanaan ujian nasional,” ujar Rofiq.

Meski dikerjakan oleh para siswa, mereka tetap mendapatkan arahan dan bimbingan dari para guru agar karya yang dihasilkan sesuai dengan harapan dan tema pameran. Seperti yang dilakukan oleh Agus Susilo, guru jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Dirinya membuat konsep ‘Suroboyo (SUB) Tok’ sebagai tema karya siswa juruan DKV.

“Kami dari jurusan DKV memang memiliki tema berubah-ubah tiap tahun, kali ini kita mengangkat segala hal tentang Kota Surabaya. Jadi kami merefleksikan diri dan memvisualisasikan dalam karya. Salah satunya ada bekupon (kandang burung dara) Surabaya yang memiliki karakter dan ciri khas serta berbeda dari daerah lain. Selain itu ada berbagai karya berupa permainan tradisional, seperti karambol dan engkle,” kata Agus.

Berbeda dengan DKV, siswa jurusan Kria Logam justru mampu membuat karya yang bernilai seni dan berharga jual tinggi. Seperti namanya, siswa Kria Logam berhasil menciptakan produk logam mulia seperti perhiasan dan aksesoris. Ada beragam logam yang digunakan sebagai bahan dasar, di antaranya adalah kuningan dan perak.

Salah seorang siswa jurusan Kria Logam, M. Iqbal, mengaku tak mengalami kesulitan berarti dalam pembuatan karya tugas akhir. Iqbal dan kawan-kawan ternyata memiliki tugas dua kali lebih banyak, yaitu menciptakan produk baik secara kelompok maupun individu. Tak heran jika dirinya harus memikirkan konsep yang berbeda dari kedua karya tersebut.

“Kalau kita siswa Kria Logam ada dua tugasnya, yaitu indvidu dan kelompok. Selama ini sih lancar, tapi mungkin ada beberapa kendala kecil seperti kualitas bahan dasar yang berbeda. Meski sama-sama kuningan atau perak, kalau ada yang kualitasnya kurang baik maka akan cepat leleh jika dipanaskan. Hal itu membuat kita harus bekerja berkali-kali,” terang Iqbal.

Namun kerja keras Iqbal terbayar dengan banyaknya masyarakat yang tertarik untuk membelinya. Produk perhiasan yang dihasilkan dibanderol cukup terjangkau, mulai Rp50 ribu hingga Rp300 ribu. Ada beberapa produk yang dijual di angka Rp1 juta karena dilengkapi oleh batu permata seperti safir dan rubi.

Para guru dan siswa Jurusan Desain Interior tengah berdiskusi tentang spesifikasi salah satu karya.

Jurnalis: Afif Linofian/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Afif Linofian
Source: CendanaNews

Komentar