Pedagang Pasar Buku Tolak Relokasi

0
19

SENIN, 8 MEI 2017

SEMARANG — Rencana Kodam IV Diponegoro untuk menyerahkan pengelolaan Stadion Diponegoro yang berlokasi di Jalan Ki Mangunsarkoro kepada swasta membuat 47 orang penjual buku di Jalan Stadion Timur menjadi terkatung-katung. Mereka merasa belum jelas ke mana akan melanjutkan usaha untuk berjualan buku.

Salah satu kios pasar buku yang akan direlokasi.

Menyadari hal tersebut, Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan menyediakan tiga tempat sebagai alternatif relokasi, yaitu Pasar Peterongan, Pasar Sampangan dan Pasar Bulu.

Ketika dikonfirmasi Cendana News (8/5/2017), Ketua Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, membenarkan kabar relokasi tersebut. Menurut Fajar, kapasitas yang disediakan di tiga pasar tersebut bisa menampung semua pedagang yang dulunya berjualan di Stadion Timur.

Keberadaan pedagang buku di area relokasi juga dianggap bisa menghidupkan kembali denyut nadi perekonomian di tiga pasar tersebut karena masih banyak kios yang kosong ditinggal penghuninnya. Dinas Perdagangan sendiri menargetkan sebeum bulan Ramadhan seluruh pedagang buku sudah bisa direlokasi.

“Sekarang tinggal diatur waktunya, mudah-mudahan sebelum bulan puasa sudah bisa ditata di pasar yang baru,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Stadion Diponegoro, Arif Himawan menambahkan, bahwa sampai saat ini masih menunggu informasi pihak swasta, mana yang mau mengelola stadion serta kepastian pasar buku tersebut nanti mau dipakai untuk apa. Serta jangka waktu yang telah ditetapkan seandainya relokasi benar-benar terjadi.

Hal ini dikarenakan mereka masih ingin berjualan di tempat tersebut pada bulan Juli, Agustus dan September untuk menyambut tahun ajaran baru. Selain itu mereka juga berharap kepada pihak pengembang yang akan mengelola stadion agar masih bisa menempati Jalan Stadion Timur walaupun dengan konsekuensi harga sewa yang berbeda pula.

“Kalau memang langsung digusur tentu kami akan menolak, ini sudah kesepakatan para pedagang,” imbuh Arif.

Arif juga membeberkan, jika nanti akhirnya direlokasi, semua pedagang akan ditempatkan dalam satu lokasi yang sama. Karena itulah dirinya terus melakukan negosiasi dengan dinas terkait. Dirinya mengakui sudah bertemu dengan Dinas Pasar yang akan menawarkan tempat di Pasar Peterongan secara gratis, tetapi selama belum ada jaminan dan kepastian para pedagang masih belum mengiyakan keputusan tersebut.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Stadion Diponegoro, Arif Himawan.

Lebih lanjut Arif berujar, sebenarnya para pedagang masih mempunyai harapan untuk bisa berdagang di Stadion Timur selama 5 tahun lagi karena mereka kerasan di situ. Pasar buku Stadion Timur juga sudah menjadi ikon di Kota Semarang.

“Kami terus berkoordinasi dengan para pedagang lain dan berharap pemerintah agar lebih arif sebelum mengeluarkan kebijakan,” tukasnya.

Jurnalis: Khusnul Imanuddin / Editor: Satmoko / Foto: Khusnul Imanuddin

Source: CendanaNews

Komentar