Polda Kalimantan Selatan Musnahkan Narkoba

0
24

RABU, 10 MEI 2017
BANJARMASIN — Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan memusnahkan barang bukti narkoba hasil pengungkapan pada triwulan pertama tahun 2017. Pemusnahan barang bukti bernilai miliaran rupiah itu dengan cara dibakar dan diblender di hadapan perwira polisi dan para tersangka.

Tersangka pengedar narkoba.

Kepala Polda Kalsel, Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana, mengatakan, polisi berhasil mengungkap 31 kasus tindak pidana peredaran narkoba dengan tersangka sebanyak 44 orang di triwulan pertama tahun ini. Barang bukti terdiri dari sabu seberat 3.035,37 gram, ekstasi sebanyak 4.578 butir, ganja seberat 187,13 gram, dan obat dagtar G alias carnophen sebanyak 922.040 butir. Pemusnahan lewat cara dibakar dengan disaksikan 44 tersangka.

“Kami terus memberantas peredaran narkoba di Kalimantan Selatan,” kata Rachmat Mulyana di sela pemusnahan barang bukti di Mapolda Kalsel, Rabu (10/5/2017).

Rachmat Mulyana mengatakan, Kalimantan Selatan tergolong provinsi berstatus darurat peredaran narkoba. Ia tak menyangka Kalimantan Selatan yang sempat dinilai kondusif, ternyata cukup banyak kasus narkoba. Oleh karena itu, Rachmat mengancam menembak mati kepada tersangka pengedar narkoba yang kembali tertangkap polisi.

Ia merujuk pada jumlah tersangka di rumah tahanan Polda Kalsel. “Dari 932 tersangka di rumah tahanan Polda Kalsel itu, mayoritas didominasi tahanan narkoba,” kata Rachmat.

Brigjen Rachmat menginstruksikan anggota polisi untuk menembak mati kepada residivis narkoba. Rachmat berkoar tidak ada salahnya pengedar narkoba dikirim ke dunia lain asalkan tertangkap lagi. “Saya perintahkan anggota polisi memindahkan tersangka dari Kalimantan Selatan ke dunia lain,” kata Brigjen Rahmat Mulyana di hadapan perwira kepolisian dan 44 tersangka itu.

Kapolda Kalsel, Brigjen Rachmat Mulyana.

Rachmat ingin memberikan efek jera karena masa depan bangsa terancam peredaran narkoba. Ia berharap ancaman tembak mati itu membuat pengedar narkoba lekas bertaubat. Brigjen Rachmat akan menggencarkan operasi pemberantasan narkoba selama memimpin Kalimantan Selatan. “Jangan sampai ada anggota polisi yang terlibat,” ujar Kapolda baru itu.

“Kalau satu gram sabu berharga Rp2 juta dan dipakai seperempat gram per hari, kami sudah bisa menyelamatkan sekian ribu orang,” ujar Rachmat tanpa merinci berapa jiwa yang diselamatkan itu.

 Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Source: CendanaNews

Komentar