Polres Lampung Selatan Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan

0
18

SABTU, 6 MEI 2017

LAMPUNG — Kepolisian Resort Lampung Selatan segera bergerak cepat paska dibentuk satuan tugas (Satgas) pemantauan harga pangan untuk memantau harga pangan menjelang dan selama Ramadan 2017. 

Kendaraan pengangkut produk olahan sosis dan sejenisnya diamankan di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lampung Selatan Ajun Komisaris Polisi Rizal Effendi tim telah berhasil mengamankan dua unit kendaraan pengangkut bahan pangan yang didistribusikan dari luar negeri dan akan dijual ke dalam negeri.

Upaya tersebut menurut AKP Rizal Effendi merupakan upaya untuk melindungi konsumen dari pendistribusian bahan pangan yang diolah atau menggunakan bahan pangan yang tidak higieneis atau bahkan membahayakan kesehatan dan tidak disertai dengan dokumen yang sah.

AKP Rizal Effendi menyebut pihaknya berkerjasama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni mengamankan ribuan bungkus daging Alana yang merupakan daging impor asal Bekasi tujuan Medan Sumatera Utara dengan diangkut menggunakan kendaraan box BL 8495 AA.

Sementara itu untuk ribuan bungkus nuget,bakso dan sosis tersebut dibawa dari Bekasi tujuan Kemiling Bandarlampung dengan nomor polisi BE 9849 CQ.

“Ini merupakan upaya kita sebagai anggota satgas pengawasan pangan untuk mengawasi peredaran dan pengadaan terutama Lampung Selatan merupakan pintu jalur distribusi bahan pangan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya, ” terang Rizal kepada Cendana News paska pengamanan kendaraan pengangkut komoditas daging dan olahan daging di Bakauheni, Sabtu (6/5/2017).

Keterlibatan polisi mengawasi pangan menurutnya dilakukan untuk mengatasi persoalan yang kerap terjadi menjelang bulan Ramadan. Biasanya persoalan itu meliputi kelangkaan barang,keterlambatan distribusi dan penimbunan barang oleh oknum oknum yang hendak mencari keuntungan.

Ia mengungkapkan satgas yang dibentuk melibatkan instansi kepolsisan, dinas perdagangan,badan urusan logistik (bulog),karantina pertanian merupakan upaya menekan gejolak harga pangan karena jika gejolak harga pangan terjadi bisa mengganggu stabilitas daerah.

Beberapa hal yang diawasi oleh satgas diantaranya dari mulai pengadaan barang, distribusi, disparitas (perbedaan) harga serta mengawasi para spekulan nakal yang memiliki niat mengeruk keuntungan dengan kelangkaan pasokan barang.

Satgas dibagi dalam dua tim berupa satgas yang bergerak secara represif menindak para spekulan sementara satgas kedua bergerak secara preemtif dan preventif.

Ia menyebut pengamanan komoditas pangan olahan dan non olahan yang dilakukan merupakan langkah mengantisipasi di jalur distribusi melibatkan karantina pertanian yang mengawasi perlalulintasan komoditas pangan antar pulau.

Sebagai langkah lanjutan ia menyebut pemeriksaan dokumen telah dilakukan dan selanjutnya pemeriksaan melalui uji laboratorium.

“Kalau daging alana jelas masih berupa daging diperiksa terkait izin impor dan dokumen karantina sementara produk olahan nuget dan sejenisnya perlu dicek laboratorium dan dari hasil cek laboratorium akan diketahui kandungan bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak,” ungkap AKP Rizal Effendi.

Upaya mengantisipasi para spekulan nakal tim satgas melibatkan berbagai instansi diantaranya dinas perdagangan,bulog juga akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar pasar tradisional dan pasar modern.

Selain memantau harga juga untuk mengawasi potensi kecurangan yang dilakukan oknum pedagang maupun tengkulak seperti melakukan monopoli maupun penimbunan barang.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Lampung Selatan Edi Firnandi menyebut pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan mengawasi harga pangan di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Lampung Selatan jelang Ramadan.

Sebagai upaya pemantauan satuan tugas pengawasan harga pangan juga dibentuk bersama Kepolisian Resor Lampung Selatan untuk memantau harga komoditas pangan menjelang bulan suci Ramadan untuk memantau sejumlah kebutuhan pangan masyarakat agar harganya tidak meroket.

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

Komentar