Posyandu Miliki Peran Bantu Daerah Tertinggal

0
18

KAMIS, 18 MEI 2017


PADANG —  Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, meminta agar di setiap nagari/desa di Sumbar memiliki dan melaksanakan program Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) secara maksimal. Hal tersebut ditegaskan, karena Posyandu dinilai merupakan salah satu program yang dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Wagub Sumbar, Nasrul Abit bersama Kepala Dinas PMD Sumbar, Syafrizal.

Ia khawatir, jika Posyandu tidak digerakkan secara maksimal, maka dari tiga daerah tertinggal di Sumbar yakni Kabupaten Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, bisa menambahkan jumlah daerah tertinggal yang ada saat ini. Untuk itu melalui peran Posyandu akan memudahkan daerah-daerah yang sulit dijangkau pelayanan kesehatannya.

“Kemarin ada hasil evaluasi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal bahwa  ada daerah kabupaten yang saat ini terancam merosot kembali ke kategori daerah teringgal. Hal ini tentu amat menggugah kita semua untuk kembali bekerja keras memperbaiki infrastruktur, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan masyarakat. Maka dari itu Posyandu bisa menjadi ujung tombak di setiap nagari, desa dan kelurahan,” katanya, di tengah Rakor Pokjanal Posyandu se-Sumatera Barat, Kamis (18/5/2017).

Menurut Nasrul, ada kabar bahwa Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Solok yang terdiri dari beberapa nagari/desa masuk kategori daerah tertinggal. Nasrul berharap, bupati di daerah tersebut untuk memberikan perhatian khusus, seperti infrastruktur jalan, layanan kesehatan, dan yang lainnya.

Belum lagi di antara tiga daerah tertinggal di Sumbar yakni Mentawai, yang merupakan daerah sangat berat untuk dibebaskan dari daerah tertinggal. Jadi, perlu adanya perhatian khusus bersama agar harga diri Sumbar bisa dipandang baik. Misalnya, Mentawai setelah dilakukan peninjauan ke lapangan, perlu dilakukan pembangunan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan serta pengadaan air bersih.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Syafrizal menyampaikan, tujuan pelaksanaan Rakor Pokjanal Posyandu se-Sumatera Barat, sebagai upaya meningkatkan koordinasi Pokjanal provinsi dengan pokjanal kabupaten/kota. Kemudian juga untuk meningkatkan kualitas manajemen pokjanal posyandu di daerah.

Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta evaluasi Pokjanal dalam pengintegrasian layanan sosial dasar di Posyandu kabupaten/kota.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Source: CendanaNews

Komentar